ads

Slider[Style1]

Style4

Style5


Detak Islam ~ Dalam Islam, suami istri diperbolehkan menggunakan beragam gaya/posisi dalam “bercinta” sepanjang menuju “tempat” yang benar.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa:

جَاءَ عُمَرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَكْتُ قَالَ وَمَا أَهْلَكَكَ. قَالَ حَوَّلْتُ رَحْلِى اللَّيْلَةَ. قَالَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- شَيْئًا قَالَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- هَذِهِ الآيَةَ (نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ) أَقْبِلْ وَأَدْبِرْ وَاتَّقِ الدُّبُرَ وَالْحِيضَةَ

Umar datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, binasalah aku.” Rasulullah bertanya, “Apa yang membinasakanmu?” Umar menjawab, “Aku mengalihkan tungganganku tadi malam.” Rasulullah diam, tidak menjawab apapun. Kemudian turunlah ayat, “Istri-istrimu adalah (laksana) tanah tempat bercocok tanam bagimu, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu sebagaimana saja yang engkau kehendaki” (QS. Al Baqarah : 223). (Rasulullah pun bersabda) “Engkau boleh dari depan atau belakang, tetapi jangan ke dubur dan saat haid.”

Lalu, posisi bagaimanakah yang terbaik? Berikut ini penjelasan Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam Zaadul Ma’ad:

Posisi terbaik ketika berhubungan suami istri adalah, suami berada di atas istri. Yakni setelah sang suami mencumbui istrinya, merayu dan menciuminua, ia meminta istri tidur terlentang. Dengan posisi ini pula, istri disebut sebagai ranjang. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya, ”Seorang anak adalah untuk pemilik ranjang.”

Posisi ini juga menunjukkan kepemimpinan suami atas istrinya, sebagaimana firman Allah:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita” (QS. An Nisa’ : 34)

Seorang penyair berkata,

Jika aku menginginkan istriku,
ia laksana ranjang yang menopangku
Saat diriku mencapai kepuasan
Ia laksana pelayan yang selalu memujaku

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ

“Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka (QS. Al Baqarah : 187)

‘Pakaian’ yang paling sempurna adalah saat posisi seperti ini. Sebab dengan posisi ini, pakaian suami adalah ‘ranjang’nya. Sementara pakaian istri adalah ‘selimut’nya. Posisi suami di atas istri, diambil dari konteks ayat tersebut. Ini posisi terbaik, suami dan istri saling menjadi pakaian satu sama lainnya.

Demikian pandangan Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengenai posisi terbaik dalam “bercinta”. Wallahu a’lam bish shawab.

About Joko Prayitno

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment

Sponsor

Editor Picked

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style2

Style2


Top